Pengantar: Mengenal Nabi Yoel dan Penulisannya
Nama
Yoel berasal dari kata Yo, Yahwe yang
berarti Tuhan dan El yang berarti Allah.
Jadi, Yoel berarti Tuhanlah Allah.[1] Dalam
urutan Alkitab, Nabi Yoel ditempatkan sesudah Nabi Hosea, sebagai nabi kecil
kedua dari kedua belas nabi kecil lainnya. Tentang waktu penulisan kitab ini,
sejumlah sumber menyatakan bahwa kita sulit memastikan secara pasti tentang hal
ini. Tetapi sebuah tulisan coba untuk mengangkat tiga pendapat terkait dengan
waktu penulisannya. Sebagian besar dugaan yang diterangkan dalam tiga pendapat
ini bertolak dari isi tulisan (ayat-ayat) dalam Kitab Yoel, lalu coba ditafsir
dan dikaitkan dengan konteks kitab lainnya (misalnya Kitab Raja-Raja). Tiga
pendapat itu sebagai berikut.[2]
Pertama, kitab ini ditulis pada zaman
Raja Yoas (835-796 SM). Alasannya, dalam kitab ini tidak disebutkan mengenai
adanya raja yang memerintah. Nampaknya, para tua-tua (1:2) dan para imam (1:13)
bertanggung jawab dalam kepemimpinan nasional. Dalam sejarah Kerajaan Yehuda,
yang cocok adalah masa Raja Yoas, mengingat bahwa Yoas menjadi raja saat masih
berumur tujuh tahun dan dia memerintah di bawah bimbingan Imam Besar Yoyada (2
Raja-Raja 11). Gaya bahasa Yoel yang mirip dengan gaya bahasa Amos serta
letaknya yang berada di antara kitab Hosea dan kitab Amos menimbulkan dugaan
bahwa mereka hidup sezaman, sehingga memperkuat pandangan tradisional ini.
Kedua, kitab Yoel ditulis sesudah masa
pembuangan. Alasannya, dalam kitab ini sebutan Israel tidak menunjuk kepada
kerajaan Utara yang lama. Lagi pula, Yoel tidak menyebut mengenai Asyur, Aram,
atau Babel. Kemungkinan hal ini disebabkan karena ketiga negara tersebut sudah
runtuh. Yoel 3:2 (yang menunjuk kepada pembuangan Babel), penyebutan orang
Yunani (3:6), serta kehidupan masyarakat yang berpusat pada ibadah di rumah
Tuhan (di Yerusalem) tanpa menyebut tentang raja juga mendukung pendapat bahwa
Yoel ditulis sesudah pembuangan.[3]
Ketiga, kitab Yoel ditulis di antara
kedua zaman di atas, yaitu pada zaman Yeremia, tepat sebelum jatuhnya kota
Yerusalem. Salah satu alasannya adalah persamaan kitab ini dengan kitab Zefanya
dan Yeremia.
